Mendeteksi Dini Kanker Payudara Dengan Cara Mammografi

Loading...

Cara Agar Payudara Wanita Dapat Dilihat Secara LangsungMungkin masih banyak di antara kita (perempuan) yang belum mengetahui secara pasti mengenai kanker payudara. Kanker Payudara yang dalam bahasa medis disebut dengan Carcinoma  Mammae. Kanker payudara itu adalah jenis kanker yang sangat ditakuti kaum perempuan setelah kanker serviks.

Pengertian Kanker payudara adalah suatu kondisi di mana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang terjadi pada jaringan payudara.

Kanker payudara pada umumnya menyerang kaum perempuan, meskipun sebenarnya tidak menutup kemungkinan juga bisa menyerang kaum laki-laki, walaupun kemungkinan itu sangat kecil sekali yaitu 1 : 1000. Kanker payudara ini adalah salah satu jenis kanker yang juga menjadi penyebab kematian terbesar kaum perempuan di dunia, termasuk di Indonesia.

Bagi Kaum perempuan, cara untuk menghindari yang namanya kanker payudara itu adalah dengan melakukan pemeriksaan dini untuk mendeteksi kanker payudara. Mendeteksi kanker payudara dilakukan melalui serangkaian test dan pemeriksaan. Tujuan skrining adalah untuk mendeteksi sedini mungkin kanker payudara sebelum mereka mulai menimbulkan gejala. Semakin dini kanker payudara ditemukan, maka semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.

Ada beberapa metode pemeriksaan dan pendeteksian kanker payudara. Ada yang berupa gambar atau citra payudara, ada juga yang berupa laporan hasil uji laboratorium patologi. Salah satu metode yang mampu menangkap ketidaknormalan payudara dengan gambar adalah mamografi.

Mammografi adalah pemeriksaan foto dengan menggunakan dosis rendah sinar-X pada payudara yang dapat mendeteksi kanker payudara walaupun belum teraba benjolan pada payudara. Gambaran yang dihasilkan Mammografi (Mammogram) dapat melihat struktur bagian dalam jaringan payudara dengan jelas.

Mammografi biasanya dianjurkan oleh dokter untuk :

1.   Evaluasi

Bila terdapat kelainan pada payudara, misalnya rasa nyeri pada payudara, terasa benjolan pada payudara atau pada kelenjar getah bening ketiak, terjadi perubahan warna, bentuk, konsistensi pada payudara dan keluar cairan yang tidak normal dari puting payudara, kulit atau puting.

2.   Deteksi Dini

Untuk mendeteksi kanker payudara walaupun tidak ada gejala sebagai bagian dari chek-up rutin.

Bila terasa benjolan pada payudara atau kelainan payudara yang lain, Mammografi membantu Dokter apakah benjolan tersebut jinak atau ganas dan membantu menentukan lokasi pertumbuhan tumor. Yang lebih penting, mammografi dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan selanjutnya.

Apa bila kanker payudara itu ditemukan lebih dini, kesempatan untuk sembuh dari kanker ini adalah sangat besar dan kecil kemungkinannya untuk pengangkatan atau pembuangan terhadap payudara. Pada umumnya, tumor yang lebih kecil lebih mudah diangkat seluruhnya tanpa harus mengangkat payudara seluruhnya (hanya tumornya saja).

Mengapa dipilih Mammografi?

Menurut penelitian di Amerika, Swedia dan Inggris telah didapatkan bahwa Mammografi sangat berguna untuk deteksi kanker payudara terutama bila dikerjakan bersama-sama dengan pemeriksaan fisik penderita. Dengan Mammografi, kematian penderita akibat kanker payudara dapat diturunkan sebanyak 40%.

Apakah Mammografi tersebut aman?

Radiasi yang didapat penderita pada foto Mammografi adalah sangat kecil, sehingga aman bagi penderita. Sampai saat ini, tidak ada metode lainnya yang lebih baik dari foto Mammografi untuk mendeteksi tumor payudara sebelum benjolan dapat dirasakan.

Bagaimana persiapan pemeriksaan Mammografi?

  • Tidak perlu berpuasa sebelum Mammografi.
  • Jangan memakai deodorant atau bedak pada ketiak sebelum pemeriksaan, karena akan mengganggu gambaran Mammografi dan menyerupai proses keganasan.

Bagaimana prosedur pemeriksaan Mammografi?

  • Radiografer yang terlatih akan memandu anda. Anda akan diminta untuk melepas baju dan kemudian ditentukan posisi untuk foto payudara.
  • Foto dilakukan dua kali untuk setiap payudara, yaitu dari arah tengah ke tepi dan dari arah atas ke bawah.
  • Hasil Mammografi di interprestasikan oleh Dokter spesialis radiologi.

Kapankah sebaiknya anda melakukan Mammografi?

Untuk memerangi kanker payudara, American Cancer Society memberikan rekomendasinya seperti yang di bawah ini :

Pada perempuan muda belia

  • Pada perempuan yang masih mendapat menstruasi, sebaiknya Mammografi dilakukan hari ke-3 menstruasi sampai dengan pertengahan siklus menstruasi.

Pada perempuan usia 35 sampai 39 tahun

  • Periksa payudara anda sendiri setiap bulan 2 – 3 hari setelah selesai menstruasi.
  • Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 3 tahun sekali.
  • Periksa Mammografi antara usia 35 – 39 tahun.

Pada perempuan usia 40 sampai 49 tahun

  • Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi.
  • Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali.
  • Periksa Mammografi setiap satu atau dua tahun sekali.

Pada perempuan  usia 50 tahun keatas

  • Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi.
  • Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali.
  • Periksa Mammografi setiap tahun, bahkan meski tidak terasa gejala apapun pada payudara Anda.

Mammografi di rekomendasikan terutama untuk perempuan dengan faktor resiko kanker payudara atau kanker yang lain (indung telur, leher rahim, rahim, usus besar), yaitu :

  • Riwayat kanker payudara dalam keluarga.
  • Menstruasi pertama pada umur kurang dari 12 tahun.
  • Menopause setelah umur 55 tahun.
  • Melahirkan pertama kali setelah umur 30 tahun.
  • Pemakaian kontrasepsi pil.
  • Tidak pernah melahirkan atau menyusui.
  • Terapi pengganti hormon setelah menopause.
  • Mengkonsumsi alkohol dan merokok.
  • Kegemukan.
  • Kurang olah raga.

Loading...