Vaksin MVA-B Untuk Melawan HIV

Vaksin MVA-B Untuk Melawan HIVJangan bilang kalau Anda tidak tahu atau tidak pernah mendengar tentang penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyakit ini dikenal mematikan dan hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penderitanya.


Penderita penyakit HIV semakin hari semakin memprihatinkan. Pada akhir tahun 2012, di Indonesia tercatat 86,762 kasus HIV dan 32,103 kasus AIDS. Sementara untuk negara tertinggi kasus HIV dipegang negara Afrika Selatan sekitar 5,6 juta kasus HIV di akhir tahun 2012.

Namun, baru-baru ini para ilmuwan telah melakukan uji coba sebuah vaksin yang dipercaya bisa menurunkan HIV dari level penyakit mematikan menjadi penyakit kronis yang lebih ringan, jika vaksin ini bisa melalui tahap uji klinis II dan III.

Ilmuwan mengungkapkan tes pertama pada manusia menunjukkan 9 dari 10 sukarelawan mengembangkan respons kekebalan terhadap virus tersebut, sekitar 85 % mampu mempertahankan kekebalan tubuh setidaknya selama 1 tahun. Keberhasilan dari vaksin yang dikenal sebagai MVA-B ini didasarkan pada kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mempelajari bagaimana bereaksi dari waktu ke waktu terhadap partikel virus dan sel yang sudah terinfeksi.

Profesor Mariano Esteban dari Spanish Superior Scientific Research Council (CSIC) di Madrid mengatakan bahwa Vaksin MVA-B telah terbukti menjadi lebih kuat seperti vaksin lainnya yang saat ini sedang dipelajari oleh para ilmuwan.

Sebelumnya, vaksin ini telah di ujicobakan pada hewan percobaan tikus dan monyet yang didasarkan pada vaksin untuk mengobati cacar dengan menambahkan 4 gen HIV yang tidak bisa mereplikasi diri sehingga keselamatan lebih terjamin. Setelah itu baru dilakukan ujicoba pada manusia.

Sukarelawan yang terlibat dalam studi ini menerima 3 dosis vaksin di awal, lalu pada mingge ke-4 dan 16 dengan mengamati efeknya melalui tes darah sampai percobaan terakhir di bulan ke-11. Sel ‘tentara’ dalam vaksin bertugas mendeteksi zat-zat asing dalam tubuh dan mengirimkan pesan untuk menghancurkannya, sel kekebalan tubuh ini dikenal sebagai limfosit T dan B.

Prof Esteban menambahkan lagi bahwa tubuh kita dipenuhi dengan limfosit yang masing-masing memiliki program untuk melawan patogen yang berbeda-beda, termasuk untuk HIV. Karenanya jika virus masuk dan mencoba untuk mengembangkan diri dalam sel, sistem kekebalan tubuh sudah siap untuk menonaktifkan dan menghancurkannya.