Preeklampsia dan Eklampsia Pada Ibu Hamil

Preeklampsia dan Eklampsia Pada Ibu HamilMEDIKALOGI.COM – Tidak ada seorang ibu hamilpun di dunia ini yang menghendaki adanya kelainan dalam kehamilannya. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa masa kehamilan itu rentan dengan berbagai gangguan dan salah satu gangguan kehamilan itu adalah preeklampsia dan eklampsia.


Preeklampsia dan eklampsia merupakan salah satu dari kelainan yang terjadi pada kehamilan. Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia.

Faktor penunjang kejadian eklamsia dan preeklamsia diantaranya yaitu gangguan aliran darah ke dalam rahim (iskemia plasenta), gizi yang buruk, pengaruh obesitas, kurangnya sirkulasi oksigen ke plasenta.

Preeklampsia

Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine.

Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.

Ada juga yang dimaksud dengan preeklamsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, proteinuria, dan edema yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke tiga pada kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya misalnya pada mola hidatidosa.

Gejala dan tanda preeklamsia ini adalah :

1.   Hipertensi

Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih; diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau

2.   Sistol

Sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg; diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.

3.   Proteinuria

Bila dihitung secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2). Pemeriksaan ini dilakukan dengan pemeriksaan urine pasien.

4.   Edema

Edema ini biasanya terjadi pada pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan.

Eklamsia

Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.

Faktor predisposisi (faktor resiko) terjadinya eklamsia dan preeklamsia adalah :

  • Hipertensi
  • Diabetes melitus
  • Gangguan ginjal kronik
  • Primi gravida tua.

Itulah sedikit mengenai eklamsia dan preeklamsia yang penulis dapat sampaikan. Semoga dapat berguna dan memberikan manfaat.