Infeksi Helicobacter Pylori Pada Lambung Manusia

Infeksi Helicobacter Pylori Pada Lambung ManusiaMEDIKALOGI.COM – Dalam dunia medis, kita mengenal helicobacter pylori. Helicobacter pylori  ini termasuk bakteri yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, namun kadar oksigen yang dibutuhkan lebih rendah dari kadar oksigen yang ada di atmosfer dan bakteri ini yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia.


Bakteri helicobacter pylori ini juga penyebab yang paling umum dari borok-borok (ulcers) di seluruh dunia. Infeksi bakteri ini kemungkinan besar didapat dengan memakan makanan dan air yang tercemar (terkontaminasi) dan melalui kontak orang ke orang.

Helicobacter pylori adalah bakteri gram negatif yang banyak ditemukan di dalam antrum pilorus, bagian yang memisahkan lambung dari duodenum.

Bakteri ini bisa menyebabkan banyak masalah lambung dan yang berhubungan dengan sistem pencernaan mulai dari yang kecil hingga yang mengancam jiwa. Setiap bakteri Helicobacter pylori memiliki ukuran panjang 3 mikrometer dengan diameter  yang berukuran setengah mikrometer.

Gejala Infeksi Helicobacter Pylori

Infeksi Helicobacter merupakan salah satu infeksi lambung yang sering terjadi. Sekitar dua pertiga dari populasi masyarakat di seluruh dunia membawa bakteri patogen ini di dalam perut mereka. Sekitar 4/5 orang yang memiliki bakteri Helicobacter di dalam perut mengalami infeksi, di mana sebagian kecil lainnya tetap asimtomatik bahkan sepanjang hidup mereka.

Namun ada pula yang mengalami berbagai gangguan di daerah perut, mulai dari radang ringan di sepanjang lapisan lambung hingga pembentukan ulkus di duodenum dan lambung. Meskipun tidak banyak, namun infeksi Helicobacter pylori dapat menyebabkan kondisi yang fatal dan mengancam nyawa, seperti kanker lambung.

Gejala infeksi Helicobacter pylori diantaranya termasuk :

1.   Gastritis.
2.   Nyeri di daerah lambung.
3.   Perut kembung.
4.   Mual dan muntah.
5.   Sering bersendawa.
6.   Regurgitasi makanan yang tidak tercerna atau darah.
7.   Peningkatan refluks asam lambung.
8.   Ulkus pada duodenum dan/atau lambung.

Pertumbuhan kanker di esophagus dan lambung juga bisa menjadi indikasi adanya infeksi Helicobacter pylori.

Pengobatan Infeksi Helicobacter Pylori

Prosedur pengobatan standar yang pertama kali dilakukan adalah menghilangkan bakteri patogen terlebih dahulu, kemudian menangani gejala yang ada. Bila terjadi ulkus, penanganannya adalah dengan mengatur diet pasien setelah diberikan obat antibiotik yang komprehensif untuk membunuh bakteri.

Pemberian obat dilakukan untuk mengurangi produksi asam lambung untuk menyembuhkan ulkus, bersamaan dengan pemberian antibiotik seperti klaritromisin dan amoksisilin/metronidazol. Obat-obatan yang diberikan untuk mengatur produksi asam lambung berada di bawah kelompok inhibitor pompa proton, beberapa contoh obat tersebut adalah lansoprazole, pantoprazole, omeprazol, dan rabeprazole.

Pada kasus ulkus lambung yang disebabkan oleh Helicobacter menginfeksi orang yang resisten terhadap antibiotik tertentu, mungkin dibutuhkan pemberian tambahan antibiotik lain.

Studi terbaru menunjukkan bahwa infeksi Helicobacter pylori dapat dicegah dengan melakukan perubahan tertentu dalam diet. Memasukkan brokoli ke dalam menu makanan sehari-hari bisa mengurangi koloni Helicobacter pylori secara signifikan. Selain itu kimchi, makanan Korea yang terbuat dari fermentasi kol, diketahui mengandung bakteri yang efektif melawan patogenesis Helicobacter pylori.