Prosedur Inseminasi Untuk Mendapatkan Anak

Prosedur Inseminasi Untuk Mendapatkan AnakMEDIKALOGI.COM – Cukup banyak pasangan yang belum mendapatkan anak meskipun sudah menikah selama bertahun-tahun, pada hal kehadiran si buah hati di tengah-tengah keluarga merupakan hal yang diidamkan oleh semua pasangan.


Untuk mendapatkan si buah hati, banyak yang harus melalui berbagai proses dan metode medis sebagai usaha untuk menghadirkan sang buah hati.  Salah satu prosedur yang bisa dijalani bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan adalah dengan melakukan inseminasi.

Inseminasi adalah salah satu teknik untuk membantu proses reproduksi dengan cara menyemprotkan sperma yang telah dipreparasi (diproses) ke dalam rahim menggunakan kateter dengan tujuan membantu sperma menuju telur yang telah matang (ovulasi) sehingga terjadi pembuahan.

Berbeda dengan bayi tabung, proses pembuahan pada teknik inseminasi terjadi di saluran telur. Biasanya teknik ini ditujukan untuk membantu problem infertilitas seperti jumlah sperma yang sedikit atau bentuk rahim yang susah dijangkau oleh sperma dalam perjalanannya menuju telur.

Untuk mendapatkan sperma, pria (suami) dapat bermasturbasi ke dalam penampung khusus yang steril, dan diserahkan tidak lebih dari 1 jam dari waktu pengeluaran. Hal ini dapat dilakukan di rumah pasangan atau di rumah sakit.

Inseminasi dijadwalkan di sekitar waktu ovulasi, karena salah satu faktor keberhasilan inseminasi adalah bila dilakukan sedekat mungkin dengan waktu ovulasi. Waktu ovulasi diperkirakan berdasarkan alat deteksi ovulasi kartu SBB, atau dengan injeksi HCG (Human Chorionic Gonadothropine) untuk maturasi akhir dan pemecahan folikel (kantung sel telur). Inseminasi biasanya dilakukan sekali atau dua kali sebulan tergantung dari siklus menstruasi.

Prosedur inseminasi cukup sederhana dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Wanita berbaring pada meja periksa dan dokter akan memasukkan speculum ke dalam vagina. Semen yang telah diproses (‘dicuci’) di laboratorium akan dimasukkan ke dalam rongga uterus dengan menggunakan kateter lembut plastic steril.

Bila wanita mengalami ovulasi yang tidak teratur, dokter akan meresepkan obat-obat untuk merangsang (induksi) ovulasi.  Inseminasi biasanya dilakukan dengan bersama-sama dengan induksi ovulasi untuk meningkatkan kemungkinan fertilisasi.

Jenis Inseminasi

Berbagai jenis inseminasi meliputi :

1.   Intracervical Insemination (ICI)

Intracervical insemination (ICI) merupakan jenis inseminasi buatan yang paling umum digunakan. ICI merupakan proses yang kurang invasif dan bisa dilakukan cepat. Pada prosedur ini, sperma ditempatkan di leher rahim (serviks) pasien wanita.

Dari leher rahim, sperma kemudian akan berenang melalui rahim menuju tuba falopi. Proses inseminasi buatan dilakukan sebelum wanita berovulasi. Spekulum digunakan untuk membuka vagina untuk mengekspos leher rahim. Kemudian, dengan bantuan kateter dan jarum suntik, dokter akan memasukkan sperma ke dalam vagina.

Leher rahim kemudian ‘disumbat’ dengan spons agar sperma tidak tumpah atau bocor. Setelah sekitar 6 jam, spons bisa dilepas. Seluruh rangkaian prosedur hanya memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit.

2.   Intrauterine Insemination (IUI)

Intrauterine insemination (IUI) merupakan jenis lain inseminasi buatan. Prosedur IUI mirip dengan ICI. Bedanya, pada IUI sperma dimasukkan dalam rahum dengan bantuan kateter. Prosedur ini membutuhkan waktu kurang dari 15 menit. Sperma ditempatkan dalam rahim sebelum hari ovulasi. Sperma tersebut kemudian diharapkan berenang menuju tuba falopi untuk membuahi sel telur.

3.   Intratubal Insemination (ITI)

Intratubal insemination (ITI) merupakan jenis prosedur yang kurang umum digunakan dibandingkan dengan ICI dan IUI. ITI termasuk proses invasif serta mahal. Dalam proses ini, sperma dari pasangan atau donor ditempatkan langsung di kedua tuba falopi.

Metode ini dimaksudkan agar sperma tidak perlu berenang ke arah sel telur sehingga memperbesar peluang terjadinya pembuahan. Proses ini dapat dilakukan secara laparoskopi atau intraserviks. Dalam metode laparoskopi, sayatan kecil dibuat di perut untuk mecapai tuba falopi.

Kateter kemudian dimasukkan ke dalam sayatan untuk menyalurkan sperma langsung ke dalam tuba falopi. Pada metode intraserviks, kateter didorong langsung menuju tuba falopi melalu vagina, leher rahim, dan rahim. Sperma kemudian disalurkan langsung ke tuba falopi melalui kateter.

4.   Intravaginal Insemination (IVI)

Intravaginal insemination (IVI) termasuk prosedur yang jarang digunakan. Proses IVI mirip dengan hubungan seksual alami. Pada prosedur ini sperma ditempatkan dalam vagina dekat leher rahim. Proses ini dapat dilakukan di rumah sendiri. Pertama, pasangan mengumpulkan sperma dalam gelas steril.

Menggunakan bantuan alat suntik, sperma kemudian dimasukkan ke dalam vagina sedekat mungkin ke serviks agar terjadi pembuahan.

Angka keberhasilan

Angka keberhasilan inseminasi tergantung dari banyak faktor. Faktor pertama adalah penyebab utama dari infertilitas. Pria dengan jumlah dan kualitas sperma baik namun tidak dapat membuahi pasangan karena masalah serviks, mempunyai angka keberhasilan lebih tinggi dibanding infertilitas yang disebabkan oleh faktor sperma pria yang buruk.

Faktor wanita juga mempunyai peran yang penting karena bila wanita sudah berumur lebih dari 35 tahun, kemungkinan keberhasilan mencapai kehamilan akan menurun. Kemudahan memprediksi ovulasi juga masalah penting. Siklus menstruasi yang semakin teratur akan mempunyai kemungkinan hamil yang lebih tinggi.

Adanya endometriosis, atau riwayat infeksi panggul atau penyakit saluran telur akan menurunkan angka keberhasilan. Keberhasilan akan sangat tinggi bila sudah pernah terjadi kehamilan sebelumnya.

Efek samping seperti kelahiran cacat tidak meningkat pada prosedur ini dibandingkan dengan pembuahan alami. Pencucian sperma dan prosedur inseminasi tidak meningkatkan atau mengurangi risiko cacat lahir tersebut. Angka keberhasilan inseminasi berkisar antara 5-20 %.

Bila setelah 4 kali inseminasi terjadi kegagalan mencapai kehamilan maka ada baiknya untuk memilih bayi tabung/IVF.

Inseminasi intra uterin adalah salah satu prosedur yang penting dalam penyembuhan infertilitas pria, dan pada beberapa kasus infertilitas wanita. Dengan inseminasi maka banyak pasangan dapat mengalami kehamilan, melahirkan anak, dan merasakan kebahagiaan berkeluarga.