Informasi Tindakan Operasi Otak dan Gangguan Tulang Belakang

Informasi Tindakan Operasi Otak dan Gangguan Tulang Belakang MEDIKALOGI.COM – Dimana-mana jika seseorang mendengar tentang gangguan pada otak ataupun gangguan pada tulang belakang (spine), tentunya dalam hal ini akan menimbulkan ketakutan dan terbayang akan kematian ataupun kelumpuhan.


Gangguan pada otak dapat berupa pecahnya pembuluh darah otak, ataupun tersumbatnya pembuluh darah otak yang dapat menyebabkan kematian ataupun kelumpuhan, demikian juga gangguan pada kerangka tulang belakang dapat menimbulkan rasa sakit yang semakin lama semakin tidak tertahankan yang akhirnya hanya dapat diatasi dengan tindakan operasi.

Baik tindakan operasi pada otak maupun operasi pada tulang belakang (spine), sejauh ini dianggap beresiko sangat tinggi karena jika terjadi kekeliruan sedikit saja (terutama jika saraf terpotong oleh pisau bedah) dapat menimbulkan kelumpuhan permanen baik sebagian badan ataupun seluruh badan, tergantung dari letak tindakan operasi yang dilakukan.

MRI dan MRA atau penggunaan Multi Slices CT Scan (MSCT), dapat dengan lebih akurat menentukan kelainan pembuluh darah atau tepatnya penyempitan sampai penyumbatan pembuluh darah otak maupun pembuluh darah di bagian leher yang menuju ke otak (pembuluh darah karotis) serta kelainan otak lainnya.

Demikian juga diagnosa untuk menentukan adanya jepitan (tekanan) pada saraf utama di tulang belakang (spine) yang menimbulkan sakit dari yang enteng sampai yang tidak tertahankan, dengan penggunaan alat-alat diagnostik di atas dapat dianalisa oleh Dokter secara lebih akurat.

 Bypass Pembuluh Darah Otak Sebagai Tindakan Pencegahan Terjadinya Stroke

Jika terjadi penyempitan pembuluh darah otak dan tidak diambil tindakan; dengan berjalannya waktu akan terjadi penyumbatan, baik sebagian ataupun seluruhnya, pada pembuluh darah tersebut sehingga dapat menimbulkan stroke, di mana orang menjadi lumpuh ataupun menyebabkan kematian.

Kini dengan tersedianya peralatan bedah mikro (microsurgery) yang canggih, penyempitan pembuluh darah otak dapat diatasi dengan melakukan operasi by-pass/anastomose dengan memasang pembuluh darah baru ke pembuluh darah yang menyempit tersebut sehingga aliran darah ke bagian otak tersebut dapat dilancarkan kembali dan bahaya terjadinya stroke dapat dicegah.

Penyambungan pembuluh darah dimaksud dilakukan dengan mengambil pembuluh darah balik ditungkai (graft vena saphena magna). Sumbatan pembuluh darah di otak dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar yaitu :

1.   Sumbatan pada aliran darah bagian depan (Anterior Circulation0).

2.   Sumbatan pada aliran darah bagian belakang (Posterior Circulation).

Teknik penyambungan pembuluh darah (anastomose) dapat berupa end to end (ujung ke ujung) maupun end to side atau dengan penambahan graf yang biasanya diambil dari pembuluh darah balik di tungkai (Vena Saphena Magna).

Dengan tersedianya bedah mikro (micro surgery) yang canggih seorang Dokter Bedah syaraf dapat melakukan operasi seperti :

  • Operasi pada otak.
  • Operasi pendarahan otak.
  • Operasi penyambungan / bypass pembuluh darah otak (anastomose).
  • Operasi tumor otak.
  • Operasi micro pada system tulang belakang (spine) dengan resiko yang minimal.

Hal ini terutama ditunjang dengan adanya kemajuan yang berarti dan alat penunjang lainnya seperti CUSA(alat penghancur tumor), Microscope yang canggih dalam Neurofisiologi berupa tersedianya alat yang disebut INTRA OPERATIVE NEUROPHYSIOLOGIC MONITORING yang disingkat IOM.

Dengan alat IOM yang dioperasikan seorang Dokter Ahli Saraf (Neurologist) yang mendampingi Dokter Bedah Saraf (Neuro Surgeon) dalam melakukan operasi-operasi micro seperti disebut di atas, Dokter Bedah Saraf dapat memonitor dan mengetahui keadaan otak terutama saraf si penderita pada waktu dilakukan tindakan operasi sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal dan mengurangi resiko terjadinya salah potong ataupun komplikasi yang mungkin terjadi dalam melakukan tindakan bedah mikro tersebut.