Abses Payudara Akibat Terinfeksi Bakteri

Abses Payudara Akibat Terinfeksi BakteriMEDIKALOGI.COM – Bila kita membahas tentang payudara wanita, tentu tidak ada habisnya dan selalu saja menjadi pembahasan yang menarik seperti pembahasan berikut mengenai abses payudara wanita.


Abses payudara adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kumpulan nanah yang terbentuk di bawah kulit payudara sebagai akibat dari infeksi bakteri. Kondisi ini menyebabkan payudara membengkak, merah, dan nyeri bila disentuh.

Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan di sekitarnya akan terdorong. Jaringan pada akhirnya tumbuh di sekeliling abses dan menjadi dinding pembatas abses. Hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Jika suatu abses pecah didalam, maka infeksi bisa menyabar di dalam tubuh maupun dibawah permukaan kulit, tergantung pada lokasi abses.

Pada beberapa kasus, orang-orang dengan abses payudara dapat menderita demam. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang-orang yang berusia antara 18 sampai dengan 50 tahun tetapi sangat jarang terjadi pada wanita yang tidak menghasilkan air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, wanita yang menyusui memiliki resiko lebih tinggi untuk terjadinya abses payudara.

Penyebab Abses Payudara

Infeksi payudara biasanya disebabkan oleh bakteri yang banyak ditemukan pada kulit yang normal (Staphylococcus aureus). Bakteri seringkali berasal dari mulut bayi dan masuk ke dalam saluran air susu melalui sobekan atau retakan di kulit (biasanya pada puting susu).

Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui dan paling sering terjadi dalam waktu 1-3 bulan setelah melahirkan. Sekitar 1-3% wanita menyusui mengalami mastitis pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Pada wanita pasca menopause, infeksi payudara berhubungan dengan peradangan menahun dari saluran air susu yang terletak di bawah puting susu.

Perubahan hormonal di dalam tubuh wanita menyebabkan penyumbatan saluran air susu oleh sel-sel kulit yang mati. Saluran yang tersumbat ini menyebabkan payudara lebih mudah mengalami infeksi.

Gejala Abses Payudara

  • Nyeri payudara.
  • Benjolan pada payudara.
  • Demam.
  • Jaringan payudara membengkak, nyeri bila ditekan, kemerahan dan teraba hangat.
  • Nipple discharge (keluar cairan dari puting susu, bisa mengandung nanah).
  • Gatal-gatal.
  • Pembesaran kelenjar getah bening ketiak pada sisi yang sama dengan payudara yang terkena.
  • Pembengkakan salah satu payudara
  • Perasaan hangat pada payudara yang terkena

Diagnosa Abses Payudara

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Jika tidak sedang menyusui, bisa dilakukan mammografi atau biopsi payudara.

Pengobatan Abses Payudara

Dilakukan pengompresan hangat pada payudara selama 15-20 menit, 4 kali/hari.
Diberikan antibiotik dan untuk mencegah pembengkakan, sebaiknya dilakukan pemijatan dan pemompaan air susu pada payudara yang terkena.

Jika terjadi abses, biasanya dilakukan penyayatan dan pembuangan nanah, serta dianjurkan untuk berhenti menyusui.

Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya acetaminophen atau ibuprofen). Kedua obat tersebut aman untuk ibu menyusui dan bayinya.

Pencegahan Abses Payudara

Untuk mencegah terjadinya mastitis bisa dilakukan beberapa tindakan berikut :

  • Menyusui secara bergantian payudara kiri dan kanan.
  • Untuk mencegah pembengkakan dan penyumbatan saluran, kosongkan payudara dengan cara memompanya.
  • Gunakan teknik menyusui yang baik dan benar untuk mencegah robekan/luka pada puting susu.
  • Minum banyak cairan.
  • Menjaga kebersihan puting susu.
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui.