Langkah Pemeriksaan Mata Dengan Menggunakan Kartu Snellen

Langkah Pemeriksaan Mata Dengan Menggunakan Kartu SnellenMEDIKALOGI.COM – Pernahkah Anda berkunjung ke dokter mata dan melihat seseorang tengah diperiksa matanya tetapi sebelah matanya di tutup lalu di suruh mengeja deretan huruf  yang terpasang pada jarak tertentu?


Biasanya pasien dengan mudah membaca huruf pada baris teratas karena ukurannya besar. Namun, semakin ke bawah semakin kecil. Deretan huruf itu bernama kartu snellen dan digunakan untuk mengukur ketajaman visual (visual acuity).

Untuk memeriksa ketajaman mata seseorang kita bisa menggunakan kartu snellen untuk mengetahuinya.

Dengan kartu Snellen standar ini dapat ditentukan tajam penglihatan atau kemampuan melihat seseorang seperti :

  • Bila tajam penglihatan 6/6 maka berarti ia dapat melihat huruf pada jarak 6 meter, yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak 6 meter.
  • Bila pasien hanya dapat membaca pada baris yang menunjukkan angka 30, berarti tajam penglihatan pasien adalah 6/30.
  • Bila pasien hanya dapat membaca huruf pada baris yang menunjukkan angka 50, berarti tajam penglihatan pasien ialah 6/50.
  • Bila tajam penglihatan adalah 6/60 berarti ia hanya dapat terlihat pada 6 meter yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak 60 meter.
  • Bila pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada kartu Snellen maka dilakukan uji hitung jari. Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal pada jarak 60 meter.
  • Bila pasien hanya dapat melihat atu menentukan jumlah jari yang diperhatikan pada jarak 3 meter maka dinyatakan tajam 3/60. dengan pengujian ini tajam penglihatan hanya dapat dinilai sampai 1/60, yang berarti hanya dapat menghitung jari pada jarak 1 meter.
  • Dengan uji lambaian tangan, maka dapat dinyatakan tajam penglihatan pasien lebih buruk daripada 1/60. Orang normal dapat melihat gerakan atau lambaian tangan pada jarak 300 meter. Bila mata hanya dapat melihat lambaian tangan pada jarak 1 meter, berarti tajam penglihatannya adalah 1/300.
  • Kadang-kadang mata hanya dapat mengenal adanya sinar saja dan tidak dapat melihat lambaian tangan. Keadaan ini disebut sebagai tajam penglihatan 1/-. Orang normal dapat melihat adanya sinar pada jarak tidak berhingga.
  • Bila penglihatan sama sekali tidak mengenal adanya sinar maka dikatakan penglihatannya adalah 0 (nol) atau buta total.

Langkah pemeriksaan menggunakan kartu snellen adalah :

  • Meminta pasien dudukatau berdiri dengan jarak 5-6 meter atau 20 kaki dari katu snellen.
  • Meminta pasien membaca atau menyebutkan huruf yang ada pada kartu snellen, pembacaan dimulai dari huruf terbesar sampai ke huruf terkecil.
  • Apa bila ada kesalah pasien dalam membaca, mintalah pasien untuk mengulanginya hingga 3 kali.
  • Jika masih salah,berarti pada baris tersebut ketajaman matanya sudah menurun. Dan visus (ketajaman mata) dibaca dibaris terakhir pasien masih bisa menyebutkan seluruh baris tersebut.
  • Di setiap baris huruf, terdapat kode angka yang menjukkan beberapa meter huruf sebesar itu oleh orang bermata normal masih bisa dibaca.
  • Contoh visus 20/40 maka dibaca : pasien dapat menyebutkan huruf pada kartu snellen pada jarak 20 kaki sedangkan orang dengan mata normal dapat menyebutkan huruf pada kartu snellen pada jarak 40 kaki.

Hal di atas dapat dilakukan pada orang yang telah dewasa atau dapat berkomunikasi. Pada bayi tidak mungkin dilakukan pemeriksaan tersebut karena pada bayi belum mempunyai penglihatan seperti orang dewasa secara fungsional dapat dinilai apakah penglihatannya akan berkembang normal atau tidak.

Untuk mengetahui sama atau tidaknya ketajaman penglihatan kedua mata akan dapat dilakukan dengan uji menutup salah satu mata. Bila satu mata ditutup akan menimbulkan reaksi yang berbeda pada sikap anak berarti ia sedang memakai mata yang tidak disenangi atau kurang baik dibanding mata yang lainnya.

Bila seseorang diragukan apakah penglihatannya berkurang akibat kelainan refraksi, maka dilakukan uji pinhole. Bila dengan pinhole penglihatan lebih baik, maka berarti ada kelainan refraksi yang masih dapat di koreksi dengan kaca mata.

Bila penglihatannya berkurang dengan diletakkannya pinhole di depan mata berarti ada kelainan organik atau kekeruhan media penglihatan yang mengakibatkan penglihatan menurun. Pada seseorang yang terganggu akomodasinya atau adanya presbiopia, maka apabila melihat benda-benda yang sedikit di dekatkan akan terlihat kabur.

Mungkin hanya ini saja dulu info dari DOKTERGAUL, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Lebih dan kurangnya, saya mohon maaf.