Tahapan Melakukan Operasi Pergantian Alat Kelamin

Operasi Pergantian Alat KelaminMEDIKALOGI.COM – Semua orang tentu mengetahui bahwa jenis kelamin itu merupakan identitas atau ciri khas penting untuk menentukan faktor biologis, psikologis dan sosial seseorang.


Setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Namun ada beberapa orang yang merasa terjebak dengan jenis kelaminnya sendiri, hingga memutuskan untuk berganti kelamin (transseksual).

Sejumlah orang melakukan operasi pergantian kelamin atau transseksual untuk mengubah bentuk kelamin mereka dari pria menjadi wanita atau dari wanita menjadi pria.

Operasi pergantian kelamin kini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki gangguan jenis kelamin tapi juga orang-orang yang sadar ingin mengubah kelaminnya.

Dalam dunia medis transseksual, yakni orang yang meyakini bahwa tubuhnya tidak merefleksikan identitas seksual atau jenis kelamin yang sebenarnya. Otak atau pikiran seksualnya (brainsex) tidak sinkron dengan alat kelamin yang dimiliki. muncul niat untuk melakukan operasi penyesuaian kelamin.

Tidak ada batasan usia untuk melakukan operasi pergantian kelamin. Umumnya pasien datang untuk operasi pada usia remaja atau dewasa muda. Kelompok usia ini adalah saat seksualitas mulai mewujudkan diri secara fisik, tidak hanya secara psikologis dan emosional.

Operasi Pergantian Alat Kelamin
Operasi Pergantian Alat Kelamin

Pada wanita dilakukan konstruksi bedah vagina dan pada pria konstruksi penis (metoidioplasty). Ada pula prosedur medis tambahan yang diperlukan seperti orchiectomy (pengangkatan testis) atau vaginectomy (pengangkatan sebagian atau keseluruhan vagina).

Ada juga pembedahan non-genital seperti mastektomi (pengangkatan payudara wanita) dan rekonstruksi dada (pembentukan kontur dada laki-laki) atau histerektomi (operasi pengangkatan kandungan, rahim dan uterus) dan salpingo-ooforektomi bilateral (operasi pengangkatan tuba fallopi dan ovarium).

Ada tiga tahapan transseksual :

1.   Screening Psikologis dan Psikiatris.

Tahap ini melibatkan psikolog dan dokter atau psikiater untuk memastikan tentang identitas gender yang diyakini. Apakah Male to Female atau Female to Male.

2.   Hormonal .

Setelah lolos pada tahap screening psikologis dan psikiatris. Tahap ini biasanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai dua tahun. Suntikan hormon diperlikan untuk menyesuaikan diri dengan kelompok seksual dan gender yang dituju.

3.   Operasi penyesuaian atau penegasan kelamin.

Dua tahap yang dilalui telah menjelaskan ketegasan gendernya. Hanya, alat kelaminnya salah. Maka, seorang transseksual akan diberi rekomendasi untuk melakukan suntik hormon sebagai bagian dari real live time diperlukan tindakan operasi untuk menyesuaikan dengan gendernya.