Mendeteksi Dini Keberadaan Penyakit Kanker

PET/CT Alat Canggih Untuk Mendeteksi Dini Keberadaan Penyakit KankerPositron Emission Tomography (PET) dan computerized tomography (CT) keduanya alat state-of-the-art pencitraan yang memungkinkan dokter untuk menentukan lokasi kanker dalam tubuh sebelum membuat rekomendasi pengobatan.


PET/CT adalah alat diagnostik imaging medis yang paling canggih di dunia saat ini. PET/CT adalah satu-satunya teknologi yang menggunakan cara anatomi untuk melakukan pemeriksaan imaging terhadap fungsi, metabolisme dan reseptor tubuh.

Dapat mendeteksi dengan tepat tanpa melukai tubuh, berkemampuan diferensiasi dan sensitif yang tinggi untuk memeriksa keberadaan lesi kanker yang kecil sekalipun dan deteksi dini kanker pada stadium awal.

Tingkat kecermatan diagnosis mencapai di atas 90%. Pemeriksaan PET/CT mempunyai peran penting untuk penentuan rancangan pengobatan selanjutnya.

Prinsip

Sel kanker mempunyai keistimewaan yaitu dapat berkembang baik tanpa batas, bertambahnya panduan DNA, pemakaian zat metabolisme seperti asam amino dan glukosa, dapat membuat adanya perbedaan signifikan dengan metabolisme jaringan sel normal. Penangkapan gambar pada metabolisme tumor terutama melalui beberapa radio nuklida seperti 18F-FDG (18F-2-fluro-D-deoxy-glucose).

Radio nuklida ini akan membuat metabolisme tumor tersebut mengeluarkan zat tertentu yang dapat dijadikan sebagai tanda jejak sel tumor dan menampilkan dalam bentuk gambar, sehingga dapat secara jelas memperlihatkan reaksi perbedaan metabolisme jaringan sel normal tubuh dan jaringan tumor, dengan begitu dapat mendeteksi dini tumor, pemilihan rancangan pengobatan, dan memantau hasil pengobatan.

Pasien : 6 jam sebelum pemeriksaan, dilarang makan dan minum, infus glukosa serta menghindari olahraga berat.

Perawat : Memperkenalkan proses pemeriksaan, mengukur tinggi dan berat badan, mengisi data pemeriksaan.

Dokter : Menanyakan sejarah penyakit, memastikan gula darah, menyetujuinya setelah mengetahui segala kondisi pasien.

Penyuntikan obat PDG, kemudian pasien istirahat 45 menit. Harus dalam keadaan tenang, tidak banyak gerak dan bicara, menguras urin sebelum pemeriksaan.

Pemeriksaan PET/CT adalah 30 menit. Untuk menyelesaikan pemeriksaan PET/CT, dibutuhkan persiapan selama 2,5 sampai dengan 3 jam.

Keunggulan

  • Aman dan tidak luka : masa waktu radio nuklida yang digunakan pada saat pemeriksaan PET lebih singkat, sehingga tidak terjadi kerusakan ataupun efek samping untuk tubuh.
  • Secara akurat mengidentifikasi tumor ganas dan tumor jinak : dapat secara jelas memperlihatkan tingkat keganasan tumor, juga dapat mamastikan apakah tumor ada menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ tubuh lainnya.
  • Meringankan biaya pengobatan : diagnosa yang tepat melalui pemeriksaan PET/CT sehingga dapat segera dilakukan pengobatan, deteksi dini dan pengobatan dini, dapat meringankan biaya pengobatan keseluruhan.

Tingkat keakuratan PET/CT terhadap diagnosis tumor/kanker yang sering ditemukan

Jenis tumor/kanker dan Tingkat keakuratan :

  • Kanker paru-paru dengan tingkat keakuratan 94%.
  • Kanker kolorektal dengan tingkat keakuratan 90%.
  • Melanoma dengan tingkat keakuratan 100%.
  • Tumor kelenjar getah bening dengan tingkat keakuratan 95%.
  • Kanker payudara dengan tingkat keakuratan 90%.
  • Kanker leher dan kepala dengan tingkat keakuratan 90%.
  • Kanker ovarium dengan tingkat keakuratan 90%.

Penerapan/Aplikasi dalam klinis

  • Check up pencegahan kanker, sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi dini lesi kanker stadium awal.
  • Membedakan stadium kanker dengan tepat.
  • Mencari sumber kanker atau kanker primer maupun hasil penyebarannya.
  • Memantau dan mengevaluasi hasil pengobatan operasi, kemoterapi dan radioterapi.
  • Mengidentifikasi tumor ganas atau jinak, serta tingkat keganasannya.
  • Mengukur dengan tepat lingkup penyinaran radioterapi ke sasaran tumor.
  • Membantu menentukan posisi tumor yang tepat untuk melakukan tusukan.

Kelompok orang yang cocok melakukan pemeriksaan PET/CT

  • Penanda tumor yang tidak normal.
  • Ada sejarah keluarga yang terkena kanker.
  • Orang yang sering kontak dengan zat karsinogen atau zat penyebab kanker.
  • Orang yang mempunyai riwayat penyakit yang mudah berubah menjadi kanker.
  • Penderita kanker yang ingin mengetahui lebih lanjut sesuatu yang berkaitan dengan penyakitnya atau keadaan kankernya.
  • Check up kesehatan untuk memeriksa tumor bagi orang berusia 30 tahun ke atas.