Pengobatan dan Makanan Untuk Mencegah Kanker Kolorektal

Loading...

Kanker Kolorektal Menyerang Usus manusiaSaat sekarang ini, di dunia kedokteran semakin menunjukkan perkembangan yang lebih maju dan signifikan. Berbagai metode pengobatan yang dulunya dianggap tidak mungkin, kini menjadi mungkin dan mudah.

Penyakit kanker atau tumor ganas yang selama ini selalu menjadi “momok” yang merenggut banyak nyawa, kini bisa dapat diminimalisir dampak buruknya dengan menggunakan teknik atau alat pengobatan modern tersebut. Apakah ini dapat diterapkan juga pada kanker kolorektal (kolon dan rektum)?

Kanker kolorektal sekarang ini merupakan kanker internal kedua yang paling sering terjadi di negara-negara berkembang. Di samping faktor mendasar seperti faktor usia dan jenis kelamin, peluang terkena kanker jenis kolorektal ini juga karena berbagai faktor seperti faktor lingkungan, faktor gen dan faktor infeksi virus.

Kanker kolorektal jika terdeteksi dan diobati secara dini dapat dicegah dan diobati. Data menunjukkan apabila hal ini dilakukan maka jumlah korban akibat kolorektal kanker dapat turun sampai 50%. Hal ini menjadikan peningkatan kesadaran masyarakat akan kanker kolorektal merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

Kanker kolorektal memang sejatinya merupakan ancaman serius bagi orang yang menderitanya. Orang yang menderita kanker jenis ini harus benar-benar mendapatkan pengobatan yang serius.

Berikut merupakan jenis pengobatan yang sudah banyak diperkenalkan oleh berbagai rumah sakit di antaranya :

Operasi

Metode operasi biasanya digunakan oleh mayoritas penderita kanker kolorektal ini. Banyak orang yang meyakini kalau pengobatan kanker kolorektal yang paling tepat adalah dengan jalan operasi.

Padahal, pengobatan dengan metode operasi ini bukannya tanpa masalah karena tidak menjamin kanker kolorektal pasca operasi tidak akan kambuh lagi.

Biasanya, masih tersisa sel-sel kanker sehingga di kemudian hari berpotensi untuk kambuh lagi. Hal inilah yang biasanya kurang mendapat perhatian dari para pasien.

Radioterapi

Pengobatan dengan radioterapi merupakan tindak lanjut dari operasi. Tujuannya ialah untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang kemungkinan besar akan kambuh lagi di kemudian hari. Makanya, sel-sel kanker tersebut perlu disapu bersih dengan radioterapi.

Kemoterapi

Kemoterapi tak berbeda jauh dari radioterapi karena tujuan dasar dari kemoterapi ini ialah untuk membersihkan sel-sel kanker yang berkembang biak sehingga tidak memicu kanker baru di kemudian hari. Namun, yang juga perlu diperhatikan ialah fakta bahwa kemoterapi ini dapat memunculkan efek samping.

Selain tindakan pengobatan, perhatikan juga hal-hal yang bisa mencegah serangan kanker kolorektal ini. Banyak ahli yang menyebutkan bahwa dengan merubah pola makan dan hidup maka hasilnya bisa mencegah sekitar 70% kanker jenis ini.

Dan berikut merupakan makanan penyerta diet yang perlu ada pertimbangkan untuk dikonsumsi karena peranannya dalam mencegah kanker kolorektal.

Makanan Pencegah Kanker Kolorektal

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan makanan yang banyak mengandung folat, vitamin B yang mampu melindungi kerusakan sel DNA. Nah folat ini bisa mencegah terjadinya kanker kolorektal.

Sebuah studi yang pernah dilakukan di Universitas Harvard menemukan bahwa 52% dari sekitar 898.000 wanita terhindar dari kanker kolorektal karena mengonsumsi sekitar 400 mcg folat setiap harinya. Nah, untuk mencukupi kebutuhan folat tersebut,  Anda bisa memperbanyak menyantap kacang-kacangan.

Susu

Ternyata, selain untuk membangun pertumbuhan tulang yang kuat, susu juga dapat membantu melindungi tubuh dari serangan kanker kolorektal.

Dalam sebuah riset yang melibatkan lebih dari 500.000 orang, berhasil ditunjukkan bahwa mereka yang meminum secangkir susu setiap harinya dapat menurunkan resiko terkena kanker usus besar sekitar 15%.

Buah dan sayuran tinggi serat

Memang belum ada penelitian resmi yang menyebutkan bahwa makan buah dan sayuran berserat berperan dalam menurunkan resiko terkena kanker kolorektal.

Namun, banyak ahli yang percaya kalau dengan mengonsumsi minimal 15 gram serat setiap harinya, dapat membantu makanan yang masuk untuk melewati sistem pencernaan secara cepat sehingga kalau ada makanan yang memiliki sifat karsinogen bisa langsung dibuang ke saluran cerna.

Kunyit

Peranan Kunyit, selain sebagai bumbu dapur, juga memiliki curcumin yang telah terbukti memiliki efek antiinflamasi. Curcumin pada Kunyit yang berwarna kuning juga sangat berperan dalam membantu membersihkan karsinogen sebelum merusak sel DNA, di samping juga dapat membantu kerusakan sel yang sudah terjadi. Tidak ada anjuran untuk mengonsumsi Kunyit dalam jumlah tertentu. Yang penting, Anda mengonsumsinya secara rutin.

Loading...