Kanker Hati Terjadi Karena Penyakit Hepatitis B

Loading...

Penyakit Hepatitis B Mengakibatkan Kanker HatiSeperti yang kita ketahui bersama bahwa hati merupakan salah satu organ pencernaan terbesar dalam tubuh manusia.  Berat organ hati pada manusia dewasa sekitar 1400-1600 gram, yaitu sekitar 2,5 % dari berat tubuh. Hati terletak di bawah paru-paru kanan dan dilindungi oleh tulang rusuk.

Hati berperan dalam banyak proses tubuh, diantaranya memproduksi berbagai protein penting, memproses dan menyimpan nutrisi, menghancurkan toksin dan racun.

Hati terbuat dari berbagai macam tipe sel tetapi dua sel utama hati adalah sel hati (hepatosit) dan sel-sel lapisan saluran empedu (kolangiosit).

Kanker hati primer biasanya dikenal sebagai Hepatocellular Carcinoma (HCC) merupakan bentuk kanker yang umum ditemukan di seluruh dunia. Kanker jenis ini biasanya menjangkiti orang yang memiliki kelainan hati atau sirosis hati.

Sekitar tiga perempat kasus kanker hati ditemukan di Negara-negara berkembang di Asia, seperti China, Hong Kong, Taiwan, Korea dan Jepang. Kanker hati juga menjadi penyakit yang sangat umum di Afrika Sub-Sahara, seperti di Mozambik dan Afrika Selatan.

Lebih dari 20 kasus kanker hati per 100.000 populasi terjadi di Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara. Sedangkan di Amerika Utara dan Eropa Barat terjadi kurang dari lima per 100.000 populasi.

Penyakit Hepatitis B merupakan faktor terbesar terjadinya kanker hati. Angka penderita Hepatitis B di dunia cukup timggi. Sebanyak 632.000 kasus baru ditemukan secara global dengan angka  kematian mencapai 396.000 setiap tahun (data 2008). Kebanyakan Rumah Sakit Di Indonesia ini, kanker hati menduduki peringkat ke 3 pada kanker tersering yang diderita pria dan menduduki peringkat ke 10 pada kanker tersering yang diderita wanita.

Fungsi hati :

1.   Berperan dalam proses pembuatan protein.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan sel. Hati bertanggung jawab atas produksi dari     90% protein plasma.

2.   Sebagai tempat penyimpanan.
Hati menyimpan karbohidrat, zat besi, dan vitamin yang berguna saat tubuh memerlukan. Hati juga menyimpan dan melepas glukosa  dari dan ke dalam darah untuk emnyediakan energi bagi tubuh.

3.   Memproduksi cairan empedu.
Empedu adalah zat yang membantu pencernaan dan penyerapan makanan.

4.   Tempat detoksifikasi dan penguraian zat.
Hati mengurai zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh seperti alcohol, obat-obatan, dan produk buangan dari tubuh. Hati juga mengurai sel darah merah yang mati menjadi zat yang mewarnai  urine dan feses.

Faktor Risiko Penyebab Kanker Hati

  • Infeksi virus Hepatitis B dan C. 70 % kanker hati disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Penggunaan jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba dapat meningkatkan risiko paparan infeksi virus Hepatitis B dan C.
  • Paparan racun jamur (aflatoksin) yaitu jamur yang ditemukan dalam kacang tanah.
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik.
  • Obesitas.
  • Penggunaan steroid anabolic dalam jangka waktu yang lama.
  • Hemokromatosis atau penyakit turunan dengan akumulasi zat besi dalam organ.
  • Pria mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker hati. Perbandingan pria dan wanita = 3 : 1.

Gejala dan Tanda Kanker Hati

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman di perut kanan atas. Rasa sakit dapat menyebar ke bagian punggung dan bahu.
  • Warna kuning pada kulit, mata, dan selaput lender dalam mulut.
  • Pusing, mual dan muntah.
  • Teraba benjolan di perut kanan bagian atas.
  • Perut membesar dan terasa begah.
  • Gatal pada kulit.
  • Hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan secara drastis.
  • Rasa lelah dan kurang energi.
  • Feses berwarna putih pucat seperti tanah liat.
  • Urine keruh dan berwarna gelap seperti air teh.

Penanganan Kanker Hati

Pilihan pengobatan untuk kanker hati tergantung dari beberapa hal , tergantung dari besar tumor, stadium, fungsi hati, umur pasien , dan kondisi kesehatan secara umum. Penanganan yang dilakukan biasanya berupa :

  • Pembedahan.
  • Transplantasi hati.
  • Ablasi perkutan.
  • Kemoembolisasi.
  • Terapi sisitemik dengan sitostatika.

Tidak semua kanker dapat dicegah. Tetapi jika kita mengetahui faktor risiko, kita dapat melakukan deteksi dini  untuk menemukan kanker sedini mungkin sehingga medis dapat mengatasi sebaik mungkin dengan prognosa yang baik. Begitupun pada kanker hati, kita dapat melakukan deteksi dini.

Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Hati

  • Melakukan pemeriksaan HBsAg dan anti HCV untuk mengetahui apakah kita terinfeksi virus Hepatitis B atu C yang merupakan salah satu factor penyebab kanker hati.
  • Melakukan pemeriksaan USG perut.
  • Melakukan pemeriksann tumor marker.
  • Tidak mengkonsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal dengan olahraga.
  • Menjaga pola makan dan hidup seimbang.
  • Bagi yang pernah menderita hepatitis, lakukan pemeriksaan secara rutin.

Loading...