Informasi Penyakit Kanker Leher Rahim

Loading...

Penyakit Kanker Leher RahimLeher Rahim adalah bagian dari sistim reproduksi wanita, yang terletak bagian paling bawah dari rahim atau kandungan ( uterus atau womb). Leher rahim merupakan ujung atau muara dari liang senggama atau vagina. Dapat dijelaskan juga bahwa leher rahim menghubungkan antara rahim dan vagina.

Rahim adalah organ berongga yang berbetuk buah per pada perut bagian bawah. Mulut rahim (cervix) menghubungkan rahim (kandungan) ke vagina. Vagina menjurus pada bagian luar tubuh.

Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi di leher rahim. Sel-sel di leher rahim berubah sifat menjadi ganas. Saat ini lebih dari 490.000 wanita di dunia didiagnosa menderita kanker leher rahim, 240.000 diantaranya mengalami kematian. 80 % penderita berada di negara berkembang.

Di Indonesia sendiri saat ini, di setiap Rumah Sakit para pasien kanker serviks menduduki peringkat ke 2 dari seluruh kanker tersering yang diderita oleh wanita.

Penyebab

Hingga saat ini kanker leher rahim diindikasikan penyebabnya karena HPV (Human papilloma Virus) tipe 16 dan 18. Hal ini dikarenakan karena pada penderita kanker serviks, 99 % ditemukan HPV.

Cara penularan HPV :

  • Kontak seksual (mayoritas).
  • Kontak non seksual ( dari ibu ke bayi saat dilahirkan, alat-alat medis yang tidak steril, toilet umum).

Faktor Risiko :

  • Menikah atau melakukan kontak seksual di usia yang sangat muda (usia < 18 tahun ).
  • Melahirkan banyak anak.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Merokok (aktif maupun pasif).
  • Riwayat menderita PMS ( Penyakit Menular Seksual ).
  • Infeksi HPV.
  • Mempunyai pasangan yang menderita : kanker serviks,kutil kelamin.
  • Pasangan mempunyai patner seks sebelumnya yang menderita kanker serviks.
  • Menderita infeksi yang lama di organ reproduksi.
  • Mempunyai kekebalan tubuh yang rendah (karena obat-obatan, penyakit ex. AIDS).

Tanda dan Gejala :

  • Pada stadium dini seringkali tak ada gejala apapun.
  • Perdarahan per vaginam abnormal ( perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan diantara periode menstruasi, jumlah darah menstruasi banyak).
  • Keputihan abnormal (kuning putih, berbau).
  • Low back pain (sakit di tulang belakang ).
  • Nyeri Cervical  ( saat jari atau penis dimasukkan ke dalam vagina ).
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Nyeri saat BAK pada keadaan yang lanjut.

Tanda dan gejala jika kanker sudah dalam keadaan lanjut :

  • Sulit BAK ( Buang Air Kecil ) dan mungkin gagal ginjal.
  • Nyeri BAK dan kadang2 kencing darah .
  • Bengkak di kaki .
  • Diarrhea, atau nyeri di daerah anus atau BAB berdarah
  • Mual, lemas, BB turun, nafsu makan turun, dan terasa nyeri.
  • Konstipasi (sulit buang air besar)
  • Lubang Abnormal di leher rahim (fistula)
  • Pembesaran kelenjar limphe (kelenjar getah bening ) di leher atau ketiak.
  • Penyebaran lanjut ke tulang , paru m usus atau otak memberikan tanda – tanda abnormal.

Pencegahan :

  • Melakukan perilaku seks yang sehat ( menjaga kebersihan, tidak berganti-ganti pasangan).
  • Melakukan deteksi dini dengan pap smear dan IVA setahun sekali bagi yang telah menikah atau telah melakukan kontak seksual.
  • Melakukan vaksinasi HPV ( dapat diberikan mulai usia 9 tahun).

Deteksi Dini

Kanker serviks dapat diobati jika ditemukan dalam stadium dini. Stadium dini dapat ditemukan dengan melakukan pemeriksaan pap smear tiap 1 tahun sekali.

Loading...