Ibu Melahirkan Berisiko Gondokan

Penyakit gondok atau yang dalam istilah medis struma adalah terjadinya pembengkakan atau benjolan besar yang terdapat pada leher sebelah depan (pada tenggorokan) hal ini terjadi disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar gondok yang tidak normal.

Penyakit gondok biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan yodium terhadap tubuh. Jika kekurangan zat yodium pada wanita yang sedang hamil terkadang dapat  menyebabkan bayi meninggal dunia atau lahir dengan keterbelakangan mental serta dapat juga dapat lahir dengan cacat telinga (tuli /krenitisme) walaupun si ibu tidak sedang memiliki penyakit gondok.

Ibu Melahirkan Berisiko Gondokan

Gangguan tiroid (gondok) umumnya lebih rentan diderita oleh kaum perempuan ketimbang pria. Risiko tersebut biasanya akan meningkat terutama setelah melakukan proses persalinan. Faktor hormonal diduga menjadi pemicunya. Â

Tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher bagian depan yang berbentuk seperti kupu-kupu dan mempunyai sejuta peran. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

“Sekitar 10 persen dari ibu-ibu yang melahirkan suka lehernya kemudian membesar,” kata dr Pradana Soewondo, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin dan metabolik, saat acara Seminar Awam “Kenali Gangguan Kelenjar Tiroid”, Sabtu (2/6/2012) di Ruang Auditorium RS Premier Jatinegara.
Anak Berisiko Gondokan

Pradana mengungkapkan, banyak ibu hamil yang memiliki anggapan keliru dan berpikir bahwa pembesaran leher pasca-melahirkan disebabkan oleh mengejan. Padahal, sebetulnya kondisi ini dipicu oleh perubahan hormonal selama hamil sehingga leher menjadi bengkak.

“Ini salah satu alasan kenapa banyak ibu hamil tidak mau melahirkan secara normal,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Pradana, bisa terjadi pada setiap wanita. Selain faktor hormonal, gangguan tiroid pada kaum wanita juga dapat disebabkan oleh reaksi autoimun.

Ia menjelaskan, saat hamil, sistem imunologi tubuh seorang wanita akan menyesuaikan diri karena kehadiran bayi yang dikandung. Penyesuaian imunologis ini sering kali menyebabkan leher membesar karena berubahnya sistem imunitas. Jadi, bukan karena mengejannya, melainkan karena reaksi autoimun pada tubuh seorang perempuan.

“Pada umumnya, pembesaran itu sementara saja dan kemudian bisa hilang. Tapi sering kali ada yang menetap. Ini umumnya tidak berbahaya,” ujarnya.

Penyebab pembengkakan ini bisa sangat beragam, mulai dari gangguan autoimun hingga penyebab yang paling umum, yakni kekurangan zat yodium. Gangguan tiroid muncul apabila hormon tiroid yang beredar tidak dalam jumlah yang tepat. Kondisi ini terjadi karena kelenjar tiroid mengalami gangguan fungsi yang kurang aktif, yang kemudian menimbulkan kondisi hipotiroid. Sementara itu, kelenjar tiroid yang hiperaktif menyebabkan terjadinya hipertiroid.

10 TOPIK MENARIK LAINNYA

Cara membuat Handbody racikan Marina, cara membersihkan bekas plester, apakah air kelapa bisa mengobati tetanus, agar lem pulut tidak bau, pepek anak SD, cara membuat handbody racikan makassar, cara menghitamkan tahi lalat, fakta reaksi minum jus nanas campur ragi, cara meracik handbody marina, cara melepas behel dengan baking powder