Anemia dan Kadar Hemoglobin Rendah

Penyebab Anemia dan Resiko Kadar Hemoglobin RendahMenurut Wikipedia, hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya.


Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju  paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh.

Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen.

Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton.

Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen.

Seseorang yang memiliki Hb rendah dikatakan memiliki keadaan anemia. Anemia seringkali dihubungkan dengan beberapa penyakit dan kondisi yang menyebabkan tubuh memiliki terlalu sedikit sel darah merah.

Anemia pun dapat terjadi jika tubuh menghasilkan sel darah merah yang lebih sedikit dibandingkan biasanya, jika tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada sel darah dapat diproduksi.

Anemia juga bisa terjadi jika Anda mengalami kehilangan darah seperti misalnya pada kecelakaan, menstruasi, penyakit demam berdarah, ataupun muntah darah.

Juga kekurangan hemoglobin akan mengalami beberapa penyakit lain seperti infeksi dan juga pendarahan.

Tetapi yang paling sering terjadi dengan resiko kadar Hb rendah, seperti yang disebutkan diatas adalah anemia atau turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.

Anemia biasanya sudah dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah lengkap di laboratorium. Orang yang mengalami anemia akan merasa cepat lelah, lemas, pucat, gelisah dan terkadang sesak.

ANEKA PENYEBAB ANEMIA

Berikut adalah beberapa penyebab anemia yang paling sering ditemukan:

Kekurangan zat besi

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.

Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.

Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Obat yang termasuk golongan ini terutama obat NSAID.

Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung.

Faktor genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan.

Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.

Kekurangan vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.

Kekurangan asam folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil.

Pecahnya dinding sel darah merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.

***

Nah agar anda terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hemoglobin, alangkah baiknya anda mulai mengonsumsi beberapa jenis makanan yang  berguna untuk meningkatkan kadar hemoglobin.