Sindrom Mobius Adalah Kelainan Bawaan Neurologis

Loading...

Moebius syndrome adalah kondisi neurologis langka yang terutama mempengaruhi otot-otot yang mengontrol ekspresi wajah dan gerakan mata. Tanda-tanda dan gejala kondisi ini hadir sejak lahir.

Kelemahan atau kelumpuhan otot-otot wajah adalah salah satu fitur yang paling umum dari sindrom Moebius. Individu yang terkena kekurangan ekspresi wajah, mereka tidak bisa tersenyum, cemberut, atau mengangkat alis mereka. Kelemahan otot juga menyebabkan masalah dengan makan yang menjadi jelas pada awal masa bayi.

Sindrom Mobius Adalah Kelainan Bawaan Neurologis

Sindrom Mobius (juga dieja Moebius) adalah kelainan bawaan neurologis yang dicirikan oleh kelumpuhan wajah dan ketidakmampuan untuk menggerakkan mata. Kebanyakan penderita sindrom Möbius dilahirkan dengan wajah lengkap tapi tidak dapat menutup mata serta tidak memiliki ekspresi wajah.

Kebanyakan orang dengan sindrom Mobius memiliki kecerdasan normal, meskipun ekspresi wajah mereka nampak kelihatan bodoh.

Nama penyakit ini diambil dari penemunya yakni Paulus Julius Möbius , seorang ahli saraf yang pertama kali menjelaskan penyakit ini pada 1888.

Gejala.

Diperkirakan ada sekitar 2 sampai 20 kasus sindrom Mobius dalam tiap 1 juta kelahiran. Bayi dengan gangguan ini dapat diidentifikasi pada saat kelahiran dengan wajah mirip topeng yang terdeteksi pada saat menangis atau tertawa. Bayi juga tidak mampu untuk menghisap saat menyusu. Selain itu penderita tidak mampu melirik, sebagai gantinya memalingkan mukanya.

Gejala lain yang kadang-kadang terjadi adalah :

  • Kelainan dinding dada.
  • Kesulitan bernafas dan atau menelan.
  • Kesulitan berkedip.

Pengobatan.

Belum ditemukan pengobatan khusus untuk sindrom ini. Sampai kini pengobatan hanya ditujukan untuk meringankan gejala. Jika bayi mengalami sindrom ini sebaiknya dibantu dengan botol khusus supaya tetap mendapat asupan gizi.

Loading...