Pingsan Memiliki Resiko Kematian Lebih Cepat

Loading...

Pingsan atau sinkop adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi.

Menurut sebuah studi, seseorang yang pernah mengalami episode pingsan memiliki resiko kematian akibat serangan jantung 1,3 kali lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan apabila riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat.

Pingsan Memiliki Resiko Kematian Lebih Cepat

Pingsan adalah hilangnya kesadaran untuk sementara waktu. Kehilangan kesadaran ini diikuti dengan melemahnya kerja otot sehingga penderita jatuh. Pingsan disebabkan oleh aliran darah ke otak berkurang. Kekurangan aliran darah dimungkinkan oleh beberapa faktor, gagal jantung, pembuluh darah tidak mampu menjaga tekanan darah ke orak, tidak cukup darah, atau bisa karena ketiga alasan tersebut.

Perawatan.

Pertolongan pertama kepada penderita pingsan antara lain :

  1. Cek pernafasa penderita. Jika mendesak hubungi tenaga medis terdekat.
  2. Longgarkan pakaian atau aksesoris di sekitar leher.
  3. Jaga penderita 10-15 menit, tempatkan penderita pada ruang yang teduh dan berudara bebas.
  4. Jika orang itu muntah-muntah, miringkan kepalanya agar muntahnya dapat keluar dengan mudah dan tidak masuk lagi kedalam jalan pernafasan.
  5. Jika sudah siuman, berikan air putih.

Loading...