Home » Berita Kesehatan » Operasi Sectio Caesarea

Operasi Sectio Caesarea


Melahirkan melalui operasi  Sectio Caesarea bila tanpa komplikasi  pada ibu  selama operasi dan setelah lahir bayi dalam  keadaan sehat dan bugar seharusnya tidak menghalangi keinginan ibu untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini atau IMD.

Setiap bayi baru lahir sudah seharusnya mendapatkan hak  memperoleh Air Susu Ibu. Oleh karena itu perlu sebuah kesepakatan dan kerjasama yang saling mendukung antara niat ibu, kebijakan rumah sakit  dan ada support dari petugas medis  ( dokter Kandungan dan dokter anak ), paramedis ( bidan dan perawat ) untuk  peduli  akan hak bayi untuk mendapat ASI dengan melaksanakan IMD.

Operasi Sectio Caesarea

Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim.

Kelebihan :

  • Mengeluarkan janin dengan cepat.
  • Tidak mengakibatkan komplikasi kandung kemih tertarik.
  • Sayatan bias diperpanjang proksimal atau distal.

Kekurangan :

  • Infeksi mudah menyebar secara intra abdominal karena tidak ada reperitonealis yang baik.
  • Untuk persalinan yang berikutnya lebih sering terjadi rupture uteri spontan.
  • SC ismika atau profundal (low servical dengan insisi pada segmen bawah rahim).

Operasi Sectio Caesarea

Dilakukan dengan melakukan sayatan melintang konkat pada segmen bawah rahim (low servical transversal) kira-kira 10 cm.

Kelebihan :

  • Penjahitan luka lebih mudah.
  • Penutupan luka dengan reperitonealisasi yang baik.
  • Tumpang tindih dari peritoneal flap baik sekali untuk menahan penyebaran isi uterus ke rongga peritoneum.
  • Perdarahan tidak begitu banyak.
  • Kemungkinan rupture uteri spontan berkurang atau lebih kecil.

Kekurangan :

  • Luka dapat melebar kekiri, kanan, dan bawah sehingga dapat menyebabkan uteri uterine pecah sehingga mengakibatkan perdarahan banyak.
  • Keluhan pada kandung kemih post operasi tinggi.