Home » Berita Kesehatan » Penyakit Hiperkalsemia

Penyakit Hiperkalsemia


Tubuh kita sangat memerlukan yang zat yang bernama kalsium. Fungsi kalsium diantaranya adalah membatu memperkuat tulang dan gigi dan mempunyai peranan penting dalam kontraksi otot. Meskipun tubuh kita memerlukan kalsium, ternyata tubuh kita akan mengalami gangguan apa bila ternyata tubuh kita memiliki tingkat kalsium di atas normal. Gangguan tersebut dalam dunia medis dikenal dengan istilah Hiperkalsemia.

Hiperkalsemia adalah kondisi di mana tingkat kalsium dalam darah di atas normal. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan tulang, dan memainkan peran penting dalam kontraksi otot, memastikan bahwa saraf dan fungsi otak tetap baik, dan melepaskan hormon. Namun, proses ini dapat dipengaruhi oleh kadar kalsium yang terlalu tinggi.

Penyakit Hiperkalsemia

Tanda dan gejala hiperkalsemia bisa tidak ada atau bahkan dengan gejala yang berat. Pengobatan hiperkalsemia didasarkan pada penyebabnya.

Penyebab.

Kerja berlebihan dari satu atau lebih kelenjar paratiroid yang mengatur kalsium adalah penyebab utama dari hiperkalsemia. Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif biasanya menyebabkan wanita pasca menopause mengalami hiperkalsemia. Penggunaan yang berlebihan suplemen kalsium dan vitamin D, gangguan medis tertentu, kanker dan beberapa obat-obatan juga dapat menyebabkan hiperkalsemia.

Kalsium terutama disimpan dalam tulang tetapi juga ada yang tersimpan dalam sel-sel tertentu, terutama di darah dan otot. Susu, keju dan sayuran berdaun hijau mengandung kalsium dan tubuh biasanya menjaga tingkat normal kalsium dalam darah dengan cara membuang kalsium dalam urin.

Penyakit Hiperkalsemia

Gejala.

Tanda dan gejala hiperkalsemia bisa tidak ada atau bahkan dengan gejala yang berat.

Beberapa gejala berat dari hiperkalsemia, antara lain :

  • Haus yang berlebihan.
  • Nyeri perut.
  • Kelesuan dan kelelahan.
  • Sering buang air kecil.
  • Mual dan muntah.
  • Kelemahan otot.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Kebingungan.
  • Sembelit.

Tingkat keparahan tanda dan gejala biasanya tidak ada hubungannya dengan jumlah kelebihan kalsium dalam darah seseorang. Misalnya, nyeri dan kelemahan otot umum pada lansia.

Pada kasus seseorang mengalami tanda dan gejala yang mungkin mengindikasikan hiperkalsemia seperti sering buang air kecil, nyeri perut dan haus yang berlebihan, harus menghubungi dokter.

Penyakit Hiperkalsemia

Pengobatan.

Untuk mengurangi kalsium hingga tingkat yang aman dan melindungi ginjal serta tulang, pasien tersebut mungkin perlu dirawat di rumah sakit jika menderita hiperkalsemia yang parah.

Pada kasus ini, pengobatan untuk hiperkalsemia dapat mencakup :

1. Bifosfonat intravena.

Obat-obat ini digunakan untuk menghambat kerusakan tulang. Contohnya adalah kelompok obat yang mencakup zolendronate dan pamidronat.

2. Cairan intravena.

Cairan intravena akan diberikan untuk rehidrasi pasien.

3. Loop diuretic medications.

Obat-obat ini digunakan untuk membantu membuang kelebihan kalsium dari sistem metabolisme pasien dan menjaga fungsi ginjal. Salah satu contoh adalah furosemid.

4. Glukokortikoid (kortikosteroid).

Kortikosteroid digunakan untuk membantu mengatasi pengaruh dari vitamin D yang terlalu banyak dalam darah yang disebabkan oleh hiperkalsemia.

5. Kalsitonin.

Hormon ini dapat mengurangi reabsorpsi tulang dan memperlambat hilangnya tulang, diproduksi oleh kelenjar tiroid.

6. Hemodialisis.

Pada kasus pasien dengan gangguan ginjal dan tidak bereaksi pada pengobatan lain, hemodialisis akan digunakan untuk membuang sampah dan kelebihan kalsium dari darah.